APAPUN SITUASI KITA, TETAP BERJUANG

 

TETAP BERJUANG

Gambar : Tetap Berjuang

Deep down dark adalah salah satu buku paling memikat yang pernah saya baca. Buku ini menceritakan kisah nyata tentang tiga puluh tiga pekerja tambang di Chile yang terjebak dibawah
tanah selama enam puluh Sembilan hari pada tahun 2010.

Yang menghalangi jalan keluar mereka ukurannya dua kali lebih besar dari Gedung Empire State. Tak mungkin mereka keluar, dan menyelamatkan  tampak mustahil dilakkukan. Upaya apapun untuk melakukan pengemboran memiliki kemungkinan membuat struktur yang ada ambruk dan menimpa para pekerja tambang itu. Sebuah lalporan bahkan penghitung kesempatan mereka untuk berasil diselamatkan dan bertahan hidup sebesar 2 persen saja.

Ketiga puluh tiga pekerja tambang ini mengerti  mencekam situasi mereka. Karena terlihat bahwa tidak memiliki kesempatan untuk keluar hidup, mereka mulai melakukan apa yang dilakukan orang saat berada di kedalaman yang gelap mereka merenungkan tentang hidup.

Mereka memikirkan orang-orang yang mereka sayangi. Mereka memikirkan keputusan-keputusan yang mereka buat dan apa yang seharusnya mereka kerjakan dengan cara berbeda. Dan tentu saja, mereka tidak menghidar dari berpikir tentang apa yang akan terjadi ketika mereka mati. Ini adalah hal-hal manusia renungkan ketika berada di kedalaman yang gelap.

Salah satu dari pekerja tambang itu adalah Jose Enriquez. Usia lima puluh empat tahun dan dia sudah bekerja di dunia pertambagan sejak tahun 1970an. Yang lain tahu bahwa dia adalah pengikut Yesus, jadi mereka memintanya utuk berdoa bagi mereka. Dia bersedia, tetapi dengan satu syarat. Dia senang berdoa dengan berlutut, sebagai cara meredahkan diri di hadapan Tuhan. Kalau mereka ingin berdoa bagi mereka, dia mengharapkan merekapun melakukan hal yang sama. Para pekerja itu berkeliling  di sekitarnya, berlutut, dan menutup mata.

Jose mulai berdoa. “Kami bukan orang-orang yang paling baik, tapi Tuhan, kasihanilah kami”, dia mengawali. Kami adalah pendosa. Kami perlu engkau mengabil kendali atas situasi ini. Jose membautnya jelas di hadapan Tuhan bahwa orang-orang ini putus asa dan bahwa Tuhan adalah satu-satuhnya di harapan mereka .

Setelah selesai berdoa, mereka bertanya kepadanya apa yang mereka lakukan mulai sekarang. Jose berkata bahwa mereka mengakuhi dosa-dosa mereka dengan suara latang. Jadi, mereka mulai melakukanya. Seorang laki-laki mengakui dosa kecanduan alkoholnya. Dia merenungkan betapa dosanya ini telah mengorbangkan keluarganya. Yang lain mengaku bahwa dia mengalami kesulitan mengendalikan amarahnya. Seorang  seorang lelaki mengaku bawah dia tidak menjadi seorang ayah yang baik bagi anak perempuannya yang masih kecil .

Satu demi satu, masing –masing melakukannya orang menegok kembali masah lalunya dan meyesali jalan yang telah mengarahkannya ke titik itu dalam hidupnya. Dalam keputusasaan, mereka berteriak kepada Tuhan dan Tuhan seperti yang biasa dilakukan-Nya-hadir.

Hari demi hari, ketika masih terjebak di dalam sanan, Jose bercerita banyak tentang Tuhan Yesus . tidak ada cahaya jadi suaranya bergema dalam kegelapan. Dia hanya bisa berkotabah  dari ayat-ayat  Alkitab yang diperoleh dari bank ingatannya. Mereka menantikan setiap kata yang diucapkannya. Mereka berdoa dari kedalaman jiwa, menyembah dalam roh. Dan berseruh kepada Tuhan demi pertolongan. Mereka berjanji kepada Tuhan jika Dia menjelamatkan mereka dari kengerian bawah tanah itu, maka mereka akan membuat perbedaan dan menjalani hidup mereka dengan cara berbeda. Kyle Idleman(Don’t Give Up Hlm : 39)

Semoga Bermanfaat&Selamat Membaca Wa. Wa. Wa.

TYM.

 

Malang, 04 juni 2021

Oleh: AVY

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBUBARAN PANITIA RAKER KE-II HIPMA Lani SE-JAWA DAN BALI kOTA STUDI MALANG SURABAYA SIDOARJO 2021-2023

KARUNIA ROHANI GUNAKAN ITU UNTUK MELAYANI TUHAN