APAPUN SITUASI KITA, TETAP BERJUANG
TETAP
BERJUANG
![]() |
| Gambar : Tetap Berjuang |
Yang
menghalangi jalan keluar mereka ukurannya dua kali lebih besar dari Gedung
Empire State. Tak mungkin mereka keluar, dan menyelamatkan tampak mustahil dilakkukan. Upaya apapun untuk
melakukan pengemboran memiliki kemungkinan membuat struktur yang ada ambruk dan
menimpa para pekerja tambang itu. Sebuah lalporan bahkan penghitung kesempatan
mereka untuk berasil diselamatkan dan bertahan hidup sebesar 2 persen saja.
Ketiga
puluh tiga pekerja tambang ini mengerti
mencekam situasi mereka. Karena terlihat bahwa tidak memiliki kesempatan
untuk keluar hidup, mereka mulai melakukan apa yang dilakukan orang saat berada
di kedalaman yang gelap mereka merenungkan tentang hidup.
Mereka
memikirkan orang-orang yang mereka sayangi. Mereka memikirkan
keputusan-keputusan yang mereka buat dan apa yang seharusnya mereka kerjakan
dengan cara berbeda. Dan tentu saja, mereka tidak menghidar dari berpikir
tentang apa yang akan terjadi ketika mereka mati. Ini adalah hal-hal manusia
renungkan ketika berada di kedalaman yang gelap.
Salah satu
dari pekerja tambang itu adalah Jose Enriquez. Usia lima puluh empat tahun dan
dia sudah bekerja di dunia pertambagan sejak tahun 1970an. Yang lain tahu bahwa
dia adalah pengikut Yesus, jadi mereka memintanya utuk berdoa bagi mereka. Dia
bersedia, tetapi dengan satu syarat. Dia senang berdoa dengan berlutut, sebagai
cara meredahkan diri di hadapan Tuhan. Kalau mereka ingin berdoa bagi mereka,
dia mengharapkan merekapun melakukan hal yang sama. Para pekerja itu
berkeliling di sekitarnya, berlutut, dan
menutup mata.
Jose mulai
berdoa. “Kami bukan orang-orang yang paling baik, tapi Tuhan, kasihanilah
kami”, dia mengawali. Kami adalah pendosa. Kami perlu engkau mengabil kendali
atas situasi ini. Jose membautnya jelas di hadapan Tuhan bahwa orang-orang ini
putus asa dan bahwa Tuhan adalah satu-satuhnya di harapan mereka .
Setelah
selesai berdoa, mereka bertanya kepadanya apa yang mereka lakukan mulai
sekarang. Jose berkata bahwa mereka mengakuhi dosa-dosa mereka dengan suara
latang. Jadi, mereka mulai melakukanya. Seorang laki-laki mengakui dosa
kecanduan alkoholnya. Dia merenungkan betapa dosanya ini telah mengorbangkan
keluarganya. Yang lain mengaku bahwa dia mengalami kesulitan mengendalikan
amarahnya. Seorang seorang lelaki
mengaku bawah dia tidak menjadi seorang ayah yang baik bagi anak perempuannya
yang masih kecil .
Satu demi
satu, masing –masing melakukannya orang menegok kembali masah lalunya dan meyesali
jalan yang telah mengarahkannya ke titik itu dalam hidupnya. Dalam
keputusasaan, mereka berteriak kepada Tuhan dan Tuhan seperti yang biasa
dilakukan-Nya-hadir.
Hari demi
hari, ketika masih terjebak di dalam sanan, Jose bercerita banyak tentang Tuhan
Yesus . tidak ada cahaya jadi suaranya bergema dalam kegelapan. Dia hanya bisa
berkotabah dari ayat-ayat Alkitab yang diperoleh dari bank ingatannya.
Mereka menantikan setiap kata yang diucapkannya. Mereka berdoa dari kedalaman
jiwa, menyembah dalam roh. Dan berseruh kepada Tuhan demi pertolongan. Mereka berjanji
kepada Tuhan jika Dia menjelamatkan mereka dari kengerian bawah tanah itu, maka
mereka akan membuat perbedaan dan menjalani hidup mereka dengan cara berbeda.
Kyle Idleman(Don’t Give Up Hlm : 39)
Semoga Bermanfaat&Selamat
Membaca Wa. Wa. Wa.
TYM.
Malang,
04 juni 2021
Oleh:
AVY

Terima kasih banyak atas artikelnya kawan ku hormaaat
BalasHapusaeeee wiss najigin wa....
BalasHapus